Yang Akhirnya Tampak
Karya: Eliana Septian DiniIa hafal cara tertawa sebelum air matanya runtuh ke pipi,
seolah wajahnya sudah lama berlatih menjelma topeng yang rapi.
Tidak ada yang tahu ia kerap terjaga jam tiga dini hari,
menatap langit-langit sambil memeluk sesuatu yang tak bernama, sunyi dan sendiri.
Ponselnya sesak oleh pesan yang tak pernah sampai terkirim,
kalimat-kalimat jujur yang terhapus sebelum sempat menjadi beban yang mengiris.
Ia selalu bertanya kabar orang lain lebih dahulu,
agar tak seorang pun sempat menyentuh lukanya yang rapuh dan syahdu.
Suatu malam seseorang akhirnya bertanya, "Kamu baik-baik saja?"—
dan untuk pertama kalinya ia terpaku, tak tahu jawaban apa yang patut dieja.
Air matanya pecah, bukan karena luka,
melainkan karena akhirnya ada yang benar-benar memandangnya, setelah lama ia bersembunyi dari dunia.
Jakarta, 10 September 2026