Sebelum Lampu Dipadamkan
Karya: Eddy LutherSebelum Lampu Dipadamkan
Di rumah kami,
nama kakakku tinggal di banyak percakapan,
nama adikku menyusul di sela-selanya.
Namaku hanya singgah
ketika sesuatu perlu diambil
atau seseorang belum tidur.
Maka aku belajar
menjadi anak yang tahu kapan diam,
tertawa ketika mereka tertawa,
dan menyimpan cerita
di bawah lidah sendiri.
Di meja makan,
aku pernah menunggu namaku
jatuh bersama bunyi sendok.
Tidak pernah.
Malam menutup pintu-pintu kamar.
Lampu ruang tengah padam.
Aku masih terjaga,
membawa satu pertanyaan
yang tak pernah menemukan suara:
adakah yang memanggil namaku
bukan karena membutuhkan sesuatu?
Barangkali malam ini,
aku hanya ingin mendengarnya sekali,
sebelum lampu kamarku
ikut dipadamkan.
Malaysia, 3 September 2026.