Untuk Ayah
Karya: Aria Puspita SariSujud menjadi saksi bisu,
di antara doa,harapan,
dan mimpi
yang tak pernah lelah kupanjatkan.
Semuanya untukmu,
Ayah,
jiwa yang selalu ingin kujunjung
dengan bakti dan doa.
Di bawah atap sederhana
yang selalu memberiku tempat pulang,
di balik dinding
yang menghalau dinginnya malam,
aku belajar
bahwa kasih tidak selalu diucapkan,
tetapi dibuktikan.
Setiap langkah yang kutempuh,
setiap usaha yang kulakukan,
ingin kujadikan jalan
agar engkau tersenyum bangga.
Aku tahu,
tak ada bakti
yang mampu membalas
segala pengorbananmu.
Namun izinkan aku
menjadi satu alasan
di balik senyummu.
Dan ketika dunia memandang
perempuan ini begitu kecil,
aku ingin membuktikan
bahwa kebahagiaanmu
adalah keberhasilan terbesarku.
Medan, 14 September 2026