rindu yang mengetuk gelapnya
Karya: Dinda aulia rama nitaHati bergejolak,
Air mata jatuh bagai rintik hujan yang menghantam.
Jantung berdebar kencang,
Laksana gendang yang ditabuh begitu keras.
Aroma antiseptik memenuhi lubang hidung yang menyesak.
Tak kuat menahan frasa yang menggebu.
Rindu kala itu,
Tawa indah di bawah cahaya matahari yang melingkari dunianya.
Lagu-lagu indahmu...
Terngiang di benakku, gundah ragaku.
Belaian lembut menenangkan hati yang melebur hancur.
Wajah cantikmu kini dipenuhi kerutan yang terpeluk lelah
Ketakutan mengepung bagai gelapnya malam.
Takut tak bisa mengecap masakan lezatmu.
Takut tak bisa mendengar nyanyianmu yang menidurkan jiwaku.
Takut tak bisa mendengar omelanmu,
yang dahulu aku anggap menyebalkan.
Bisakah aku bertahan untuk tidak menangis,
Ketika mengunjungi rumah terakhirmu?
Bisakah aku terus melangkah tanpa hadirnya hangatmu?
Seribu maaf selalu kuutarakan untukmu,
perihal luka yang menancap bagai belati panas.
yang menyengat
Sukorejo, 30 Agustus 2026