Kamu Juga Manusia
Karya: Cinthia Yuni YeseniaRintik yang jatuh dari pelupuk matamu,
bukanlah tanda kamu telah kalah.
Ia adalah sungai kecil yang membasuh debu,
menyapu lelah yang lama tersembunyi di dada.
Jangan menahan bendungan itu lagi,
karena dunia terlalu bising jika harus kautanggung sendiri.
Biarkan duka mengalir perlahan,
menemui muaranya di pelukan malam.
Menangis bukanlah cacat pada jiwamu,
bukan pula retak yang merusak keteguhanmu.
Di balik ketegaran yang selalu kau tunjukkan,
ada napas yang butuh jeda dan kehangatan.
Usaplah pipimu tanpa rasa malu.
Sebab di balik setiap tetes air mata,
ada kejujuran yang paling murni:
bahwa kau berhak merasa terluka,
sebab kamu juga manusia.
Surabaya, 14 September 2026