Tangis Dibalut Tawa
Karya: Cinta Putri RahmadaniAda luka yang tak pernah diungkapkan, ada bahagia yang tak pernah dirayakan.
Di ambang insan, selalu tampak berbunga
ditemani akar-akar yang mengapit di sampingnya, namun
di hadapan diri sendiri, rapuh tak tertunjang
dihantui bayang-bayang—bak masuk dalam cangkang.
Meringkuk kesepian, sembari melipat intensi kehidupan yang tak ada harapan
air mata terurai; menjadi buih-buih suci
untuk menyingkap pintu surga yang terkunci
Ah, aku tercaci-maki
Oleh mereka yang merasa murni.
Senyumku, tawaku, perlahan memudar
karena tersadar—bahwa ragaku sudah mati terbelenggu oleh keluarga sendiri
dan hidup seorang diri
tanpa navigasi
dengan hiruk pikuk
serta merta jiwaku, tersingkir.
Surakarta, 31 Agustus 2026