Berbisik Di Antara Rembulan
Karya: Chila PuspitaSang rinai turun tanpa permisi.
Mengundang dingin yang menusuk tulangku, ia memutar ulang memori lama di kepalaku.
Hubungan yang begitu indah, diakhiri perasaan gundah.
Saat hujan mereda, dingin masih menetap.
Hubungannya sudah tak ada, namun memori kecil masih melekat.
Malam tiba, aku menunggu.
Bukan menunggu kamu, melainkan menunggu rembulan yang memancarkan cahayanya.
Aku mencintaimu, dan aku mencintai rembulan.
Lantas aku akan selalu mencintaimu layaknya rembulan.
Meskipun nanti akan sirna, tapi selalu kembali dengan cahaya yang sama.
Aku berbisik pada Tuhanku:
"Haruskah aku hapus bayangnya, atau terus mencintainya?"
Jakarta, 27 Agustus 2026