Smara saisava
Karya: Carissa alya dinataDi balik jendela kaca yang berembun pagi,
aku menitip rindu pada angin yang berlari.
Membawa ingatan kembali ke beranda rumah tua,
tempat tawa kecil berderai tanpa makna.
Kaki - kaki kecil tanpa alas, berlari mengejar bayang,
di bawah langit sore yang jingga terang.
Tanpa beban, tanpa cemas hari esok,
hanya ada riang, tawa, dan peluk hangat yang
tak pernah usai.
Kini, waktu merenggutku dalam sunyi kota,
diantara gedung tinggi dan lelah nya dunia.
Namun,di eelung hati yang paling dalam dan
hening,
ada suara kecil yang tak pernah berhenti
memanggil pulang.
Rindu ini bagai ombak yang tak kenal lelah,
menghantam karang dada, membawa air
mata basah.
Masa kecil telah pergi, terkubur oleh usia,
namun bayangannya tetap hidup, abadi
dalam dada.
Sidoarjo, 6 September 2026