Merawat Sedimen Racun dalam Dekapan
Karya: Bilqis Lailatus SholikhahRumah yang dinaungi mendung,
akan selalu tampak suram.
Atap rumah itu keras laksana baja,
ingin melindungi yang ringkih di bawahnya.
Tetesan hujan membasahi wisma,
tetap berdiri angkuh,
seakan buta, menahan kepak sayap
yang mendambakan langitnya.
Di balik bunyi guntur serta gemerencik air,
pedih dan luka tersamarkan.
Hingga waktu yang dilalui,
terasa berlalu dengan cepat.
Badai telah usai.
Namun, kenangan akan rasa itu menjerat diriku.
Menyesatkanku dalam delusi,
yang kuciptakan sendiri.
Kekangan yang tak kasat mata,
titah sebagai aturan mutlak.
Menghunjam,
menyulap salah menjadi lumrah.
Malang, 6 September 2026