Tangis Karena Damai
Karya: Asvira Zahrani Ainur JanahAku menangis hari ini.
Bukan karena sakit.
Bukan karena kecewa.
Aku menangis karena damai.
Karena akhirnya aku berhenti berlari mengejar yang bukan untukku.
Karena aku belajar melepaskan tanpa marah.
Karena aku percaya, Allah punya rencana yang lebih baik.
Air mata ini hangat.
Ia membasuh semua lelah yang lama kupendam.
Ia mencuci semua tanya "kenapa aku" yang dulu selalu ada.
Ternyata damai itu seperti ini rasanya.
Dada yang dulu sesak, kini lega.
Hati yang dulu ribut, kini tenang.
Aku menangis, dan aku bersyukur.
Karena menangis kali ini bukan tanda kalah.
Ini tanda aku sudah pulang ke diriku sendiri.
Ini tanda aku sudah berdamai dengan takdir.
Ngawi, 2 September 2026.