Perjalanan menuju puncak tawa
Karya: Alfiah AnggraeniKu tak sengaja memasuki sebuah ruangan,
hening, abu-abu, tanpa warna kehidupan.
Yang kulihat hanya wajah-wajah gundah,
dikelilingi belenggu rantai tak kasat mata.
Ia hampir menyerah pada kalah,
napasnya dingin, nyaris membeku pasrah.
Namun, ada samar suara melintas di dinding,
membawa seberkas cahaya yang mewarnai hening.
Seiring detik menjemput takdir sukacita,
sebaris tawa datang tanpa banyak bicara,
merayap pelan namun niscaya,
membawa bahagia.
Rantai itu kini terlepas dari tubuhnya,
kuncup kehidupan yang lama mati, telah mekar kembali.
Kini hari-harinya mulai melukis goresan warna,
yang tetes demi tetesnya diisi dengan tawa bahagia.
Cirebon,8 September 2026