Aira Aurelia Putri - Telaga yang Menyimpan Jelaga (OSN 3.8)

📅 13 September

 Telaga yang Menyimpan Jelaga

Karya: Aira Aurelia Putri


Telaga menelan purnama
bukan cahayanya, melainkan retaknya.
Di dasar yang tak tersentuh fajar,
jelaga mengeram, menghitamkan sunyi,
seperti bara yang kehilangan nama.

Sukma pernah menjadi nyala.
Kini, ia hanya asap
yang mencari tubuhnya sendiri
di antara kabut dan kenangan.

Seroja pun tahu,
ada yang gugur tanpa suara,
ada yang karam tanpa riak,
ada yang pulang sebagai ketiadaan.

Maka malam kusimpan di kelopak,
biar rembulan tak menyaksikan
betapa doa dapat berubah menjadi abu.
Angin datang membawa senandika purwa

lirih, namun tajam,
seperti aksara yang ditorehkan
pada luka yang belum sempat mengering.

Lalu setetes tirta jatuh.
Telaga bergidik.
Jelaga bangkit dari palungnya,
mengaburkan langit yang hendak bercermin.

Ah, barangkali begitulah kehilangan
bukan pergi,
melainkan tinggal
sebagai api yang padam
namun tak pernah berhenti membakar.


Yogyakarta, 13 September 2026