TANGIS DI SUDUT RUMAH
Karya: ALYA SENA RENGGANISDi sudut
ada tangis yang sengaja dikecilkan suaranya.Bukan karena tak sakit,hanya saja ia tahu—tak semua luka perlu didengar.
Ada yang menangis diam-diam,
ketika cerita tak lagi cukup untuk menjelaskan.Maka air mata mengambil alih,mengatakan hal-halyang tak sanggup keluar dari mulut.
Ada pesan yang tertahandi antara ingin bicara dan takut kehilangan.Satu kata tak pernah selesai diucapkan,lalu berubah menjadi sesalyang datang setiap malam.
Ada yang kecewa, tapi masih berharap.Ada yang marah, tapi memilih diam.Bukan karena sudah tak peduli,barangkali karena terlalu pedulisampai tak tahu harus bagaimana lagi.
Sebab di rumah ini,yang paling sering terdengar bukan tangis—melainkan suara orang-orangyang pura-pura baik-baik saja,sambil diam-diam hancur di sudut yang sama.
( bekasi, 13 September 2026)