Penyuci Jiwa di Ambang Kelam.
Karya: Ainun SholihahDi balik pelupuk mata yang mengatup sunyi,
mengalir bening air mata membasahi pipi.
Bukan sekadar tanda kepasrahan yang sepi,
melainkan luapan duka dari dalam hati.
Gemericik tetesnya meresap ke dalam dada,
mengikis duka yang terendap begitu lama.
Setiap alirannya membisikkan kisah lara,
meredakan kepedihan serta lilitan prasangka.
Tangis adalah pelita di tengah malam gulita,
pembersih jiwa dari segumpal noda dan dosa.
Ia membasuh lara tanpa sepatah kata,
menjelma telaga penawar bagi jiwa yang terluka.
Biarkanlah bulir air mata mengalir perlahan,
membawa pergi resah yang lama terpendam.
Sebab di balik sengsara dan kepedihan,
akan terbit fajar ketenangan yang tenteram.
Lombok, 2 September 2026