Rumah Yang Selalu Membelaku
Karya: zesya prayatma ningsiRumah itu masih berdiri kokoh seperti dulu,
namun hawanya tak lagi sama sejak kepergianmu.
Tak ada lagi suara yang selalu memanggil namaku,
tak ada lagi sosok yang menungguku di pintu.
Dulu, rumah itu terasa sangat hangat,
sebab ada senyumanmu yang begitu melekat.
Kau adalah tempat dimana aku merasa kuat,
tempat dimana aku merasa aman saat duniaku terasa begitu berat.
Rumah itu, bukan hanya sekedar dinding dan kayu,
disana tersimpan banyk kasih yang tak pernah berlalu.
Nasihat dan senyumanmu selalu ku tunggu,
yang kini menjadi kenangan yang kalbu.
Rumah itu kini tak lagi sama,
sejak dirimu pergi meninggalkan dunia.
Namun bagiku, rumah itu tetap sama,
rumah yang penuh dengan cerita yang tak kan pernah sirna.
Kakek, beristirahatlah dengan tenang,
biarkan semua kenangan menjadi cahaya paling terang.
Sebab rumah yang penuh dengan kasih sayang,
akan tetap menjadi tempat diriku untuk bersandar dan pulang.
Kotapinang, 26 Agustus 2026