Dibaca: Memuat...
Tawa Mengubur Jerit
Karya: YOHANA SANTIANI SATRISetiap hari aku hidup bersama luka yang menjelma bayang hitam,
menyelinap di balik tawaku seperti malam yang memalsukan cahaya.
Ada gundah yang selalu datang, mengetuk dadaku saat dunia tertawa tanpa peduli.
Aku merakit perih menjadi gurau, seolah retakan di jiwaku tak pernah berdarah.
Tak ada yang melihat, mungkin tak ada yang ingin sadar,
bahwa tawaku hanyalah topeng yang menahan jerit yang terus tumbuh.
Luka itu datang lagi, menggali ruang yang pernah kubiarkan sembuh,
membangunkan pedih lama yang kupikir telah terkubur.
Aku hidup di antara mulut yang tajam,
yang tak mampu menahan kata dan membiarkan hatiku koyak.
Namun dari semua luka itu,
aku merajut serpihan yang masih bernapas,
menjadikannya akar yang memaksa tumbuh,
hingga aku berdiri sebagai insan yang ditempa tragedi,
namun tetap memilih bangkit.
Manges, 27 Juli 2026