Dibaca: Memuat...
Luka yang Berutang
Karya: Ferah NingtiasAku semakin tertunduk patuh
Pada langit yang ugal-ugalan membakar
Kipasan bayu menyampaikan kering debu
Menjangkiti hijau yang sempoyongan diterpa
Surai mati bergelimpangan dari ubun-ubun
Mengayun anggun, menciumi vas-vas hitam yang tak lagi berbalur mutiara
Di tengah jarangnya putaran keran
Sampai terdengar gumam langkah dan belai merisik kasihan
Memberi semesta baru dari mata pilu
Dia kucurkan bersama peluh beberapa hari lalu
Dia tebarkan bersama sedu kemarin dan hari ini
Dia menyalinku ke vas baru tanpa menanggalkan sesal
Aku kembali menggeliat tegak dengan akar merebak rata
Sedangkan dia tetap berjalan rapuh
Tak bisa tumbuh dari luka yang ditekuni
Dan aku bukan apa-apa untuk menggagalkan kekerdilannya
Pontianak, 29 Juli 2026