Dibaca: Memuat...
Memungut Sisa Semesta
Karya: Siti Nur ShalimaMalam itu kelam merengkuh dadaku,
kesadaran luruh, dunia serasa runtuh,
kutelan gelisah sembari membisu,
berharap fajar tak lagi menyapa waktu.
Namun pagi datang membawa kabar tak terduga,
tubuh menggigil, namun nyawa bertahan jua,
kusangka itu gagal, kusangka itu sia,
ternyata semesta sedaang merajut asa.
Luka yang menganga jadi ladang tumbuh,
tempat benih menanam akar yang teguh,
deras secercah harap bagai hujan yang jatuh,
membasuh lara, menyemai harap yang utuh.
Aku memungut sisa semesta,
merangkai serpih menjadi cahaya,
sebab luka bukanlah akhir cerita,
melainkan benih yang menanti waktunya.
Maka kubiarkan deru waktu merawat luka ini,
sebab tiap petang kelak berbuah pagi.
Langsa, 28 Juli 2025