Karya: Siti masriyah
Malam yang sunyi, tapi tidak dengan isi kepala ini,
hanya ditemani secangkir kopi
yang tak pernah menghakimi.
Aku matikan ponselku agar tidak terdistraksi,
memberi ruang untuk diri sendiri.
Terlambat aku menyadari,
terlalu sering aku mengkhianati diri ini.
Alih-alih berfokus pada diri,
aku malah sibuk memahami mereka yang tidak tahu diri.
Aku hampir tidak mengenali diri ini,
melihat diri seperti orang asing
yang tak layak untuk dimengerti.
Sampai aku menyadari,
diri inilah yang paling layak untuk aku mengerti.
Sukabumi, 27 Agustus 2026