Karya: Risa Dwi Ramadani
Tubuh kecil ini menyimpan luka,
dengan proses sembuh yang cukup lama.
Luka ini terus bercerita
tentang tangis yang disembunyikan oleh mata.
Apa yang membuatnya sakit?
Bukankah aku telah hidup dengan baik?
Namun, setiap bulannya terdapat satu hari
yang membuatku takut akan apa yang terjadi
entah kabar yang membawa lega atau air mata.
Hancur sudah perasaan ini,
bukan karena rasa sakitnya,
tetapi lelah menunggu kabar baik
dengan wajah yang terus tersenyum.
Malam selalu menjadi saksi
ketika luka kembali bercerita.
Aku mencoba meyakinkan hati,
semua akan baik-baik saja,
meski sebenarnya, aku sendiri tak percaya
Jika suatu hari nanti luka menemukan akhirnya,
aku ingin mengucapkan selamat
Karena hati telah menemukan rasa tenangnya.
Namun untuk saat ini,
Biarkan luka tetap bercerita
Tentang hati yang memiliki harapan,
meski dipatahkan berulang kali.
Lampung, 27 Agustus 2026