Karya: Salsabila Salwa
Kau dahulu tempatku berlindung dari hujan,
cerita terbaik yang pernah ku perkenalkan.
Tak pernah kubayangkan tangan yang dlu menggendong,
akan memegang hati lain di belakang punggung ku.
Kata orang kau hanya "" salah sesaat"",
tapi bagiku itu lukanya yang abadi.
Saat kau tersenyum untuk orang lain.
Di-sini putrimu menahan Isak di sudut ruang.
Bukan aku tak mau memaafkan, Ayah,
tapi sulit percaya pada rumah yang retak.
Setiap kebohongan yang kau simpan rapi,
mengikis nama ""pahlawan"" dari hatiku tiba-tiba.
Tangisku bukan karena marah semata,
tapi rindu pada Ayah yang dulu ku kenal.
Yang tak perlu aku bagi dengan siapapun,
yang tak menyembunyikan wajahnya pulang kerumah.
Kau bisa memilih jalan yang kau tempuh,Ayah,
tapi tolong pahami satu hal sederhana-
meski aku tetap putrimu secara nama,
kepercayaan telah pergi.... Ayah
Blambangan Umpu, 25 Agustus 2026