Karya: Salsa Adelia Putri
Senja meredup di balik awan,
menyisakan langit penuh kesunyian.
Aku duduk memeluk kesedihan di dalam dada,
mengenang wajah yang telah menghilang
Air mata jatuh perlahan,
membasahi pipi tanpa suara.
Hati bertanya dalam diam
mengapa perpisahan terasa begitu berat?
Dahulu, tawa memenuhi hari,
kini sunyi menemani langkah.
Janji yang pernah terucap manis,
berubah menjadi luka yang pedih.
Aku mencoba tersenyum kembali,
meski hati belum mampu sembuh.
Setiap tangis mengajarkan ketegaran,
setiap kehilangan menumbuhkan kesabaran.
Biarlah air mata mengalir,
hingga luka menemukan akhirnya.
Esok mungkin membawa cahaya,
dan kesedihan perlahan menjadi kenangan.
Subang, 24 Agustus 2026