Karya: Raya Adha Nur Sifa
Malam kembali menjadi saksi,
ketika air mata jatuh perlahan,
tanpa suara, tanpa permisi,
membawa luka yang tak terucapkan.
Ada tangis yang bukan karena lemah,
melainkan hati yang terlalu lama bertahan.
Ada air mata yang jatuh diam-diam,
karena kata-kata tak mampu menjelaskan.
Kupeluk sunyi di sudut kamar,
membiarkan sesak perlahan menghilang.
Berharap esok datang membawa sabar,
dan mengajarkan hati untuk kembali tenang.
Jika hari ini aku menangis,
biarlah air mata menjadi saksi,
bahwa aku pernah terluka begitu dalam,
namun masih mencoba bangkit dan tersenyum kembali.
Bandung,23 Agustus 2026