Karya: Rapi Maulana
Di balik senyum yang menghiasi wajah,
tersimpan luka yang tak pernah terucap.
Malam menjadi saksi
ketika air mata jatuh perlahan,
membawa pergi segala rasa yang tertahan.
Tangis bukan tanda bahwa aku lemah.
Ia adalah bahasa hati
ketika kata-kata tak lagi mampu berbicara.
Ada rindu yang tak tersampaikan,
ada kehilangan yang belum terlupakan,
ada harapan yang hampir kehilangan cahaya.
Biarlah tangis mengalir
seperti hujan yang menyentuh bumi.
Sebab setelah hujan,
langit kembali memberi warna.
Hari ini aku mungkin menangis,
tetapi esok aku akan berdiri.
Sebab aku percaya,
setiap luka mengajarkan keteguhan,
dan setiap air mata
menyimpan kekuatan untuk melangkah.
Tangis bukan akhir dari segalanya,
melainkan awal untuk menemukan keberanian.
jakarta, 23 Agustus 2026