Karya: Randhina m lesmana putri
Sering kali aku menatap langit dengan air mata yang pelan-pelan turun dari pelupuk mataku
Terlalu banyak riuh di kepalaku.Kenapa,Tuhan?
jemari yang seharusnya bisa mengenggam dunia ini rapuh seperti ranting tua
Aku sadar,aku tumbuh dengan segala batas yang tak kupilih
Diantara binar-binar manusia,kulihat diriku berdiri di tepian
Suara mereka bagai ombak yang berkecamuk di telinga
Tuhan mungkin melihat bagaimana tangan yang rapuh ini menggigil tiap kali menyentuh asa
Seolah garis takdir membatasiku untuk menggenggam dunia
Banyak retakan di jiwa ini
Namun,dari retak,datanglah sinar kecil,harapan yang tuhan titipkan
Mungkin retak ini cara tuhan merangkai sesuatu yang istimewa
Karena meskipun jemari ini memiliki batas,keinginan untuk berkarya belum ikut patah
Barangkali aku tidak diciptakan untuk sempurna,melainkan untuk tetap berkarya dari segala retak yang kupunya.
sukabumi,25 Agustus 2026