Karya: Rana Ghina Shafiyyah
Aku pernah menangis
di balik senyuman yang kupaksakan,
bersembunyi di balik luka yang tak sanggup kuceritakan.
Air mata satu per satu berjatuhan,
seolah membawa seluruh kesedihan.
Kupikir tangisan adalah tanda kelemahan,
yang ternyata ialah cara hati untuk belajar bertahan.
Setiap tetes yang terjatuh,
mengajarkanku arti kesabaran.
Setiap luka yang kurasakan
perlahan membentukku menjadi keberanian.
Kini aku tak malu untuk menangis,
sebab aku tahu,
menangis bukan berarti menyerah.
Kadang, kita hanya perlu berhenti sejenak
untuk mengumpulkan kembali kekuatan
dan melanjutkan kembali langkah kita.
Jika hari ini aku masih menangis,
biarlah air mata itu menjadi saksi
bahwa aku pernah terluka,
namun memilih untuk tetap berdiri.
Sebab dari tangisan,
aku menemukan kekuatan.
Dari kesedihan,
aku belajar menjadi tegar.
Dan dari semua luka yang pernah ada,
aku akhirnya mengerti— aku boleh menangis,
tetapi aku tidak akan berhenti berjuang.
Tangerang, 23 Agustus 2026