Karya: Raka jawad abduh
Tuan, kuucapkan selamat atas kemerdekaanmu.
Namun, aku ingin bertanya, kemerdekaan apa yang Tuan syukuri? Apa yang tersisa dari perjuangan para pahlawan kita?
Tak ada, Tuan. Tak ada yang tersisa selain gelar dan nama yang terpampang di buku PKN.
Pancasila? Apa yang tersisa dari itu semua? Ia terpampang gagah di dinding gedung dan sekolah, dengan lima sila yang begitu pandai kita hafal. Namun, nilainya justru hilang di tengah masyarakat. Tak ingatkah engkau ketika sebagian umat bebas membangun rumah sucinya, sementara yang lain bersembunyi ketakutan hanya karena ingin beribadah?
Apa? Engkau menanyakan nasionalismeku? Nasionalisme tak membuat perut kami kenyang, tak menghapus perut busung, dan tak mencerdaskan mereka yang kehilangan pendidikan.
Atau barangkali... engkau terlalu tuli untuk mendengar, dan terlalu buta untuk melihat?
Lantas, Tuan...
kemerdekaan macam apa yang sedang kita rayakan?
Bandung, 24 Agustus 2026