Karya: NURJANNAH
Kupandangi tanah yang lembap
Tempat benih-benih disemai
Suara berisik pancuran air
Begitu setia menemani
Tumpukan beban di pundak lusuh
Cucuran keringat membasahi pelipis
Detakan jantung berpacu dengan tempo cepat
Dalam tarikan napas panjang
Ukiran senyum manis di bibir
Dilengkapi suara tawa khas
Mengikis jejeran penghuni benaknya
Tanpa untaian keluh kesah
Suara tawa lahir paling nyaring
Membungkam perut yang berbicara
Begitu lihai bersandiwara
Menutup jiwa menggunakan topeng
Memoles hidup dengan kebahagiaan
Tanpa lelah ditampakkan
Berdiri tegak di atas ketidakpastian
Tanpa validasi dalam diri
Balanipa, 25 Agustus 2026