Karya: Nur Ramadhani.H
Bangku dijejer mendorong akal-akal
Meja-meja pun entah bagaimana bentuknya
Bak kasur, deretan bangku menjadi pereda lelah
Dinding disandari, beriring nada-nada yang indah
Suara-suara tak henti saling bersahutan,
kadang tak mampu memberi celah.
Papan putih ditoreh tinta, diisi oleh kata-kata
Tangan bergantian berayun, huruf memenuhi papan
Susunan bangku berjarak tak begitu jauh
Hati ke hati entah berkelana ke mana
Mata kadang melirik-melirik kecil
Terasa, mesti kami habiskan masa-masa saat itu.
Meja terketuk, aku tersadar
Seakan penuh lelucon, tersenyum sendiri
Bayang-bayang menemani pendengaranku
Tawa menoleh pada ingatan-ingatan lalu.
Polewali mandar, 22 Agustus 2026