Menahan Senja di Kanvas Kelabu
Karya: Nawang Aliffiana AnggraeniKututup telinga dari gemuruh ombak,
bisingnya tak teredam dalam hening.
Kututup mata dari pedaran yang terhampar,
gelap ini terasa asing.
Pagar diri membentengi,
terisolasi dari segala sisi.
Seakan teriris presisi tanpa celah.
Jemariku menari tanpa arah.
Goresan kuas dalam polosnya kanvas,
walau sapuan angin menerpa keras.
Cipratan abu-abu,
tak sengaja mengenai kalbu,
entah dari mana datang mengganggu.
Tetes darah pun tak mampu menyatukannya kembali.
Saat sore menjelang,
kau hadir di ambang kemelam,
kala senjaku mulai tenggelam.
Kelopak mata ini mengedip berat,
air di pelupuk kutahan erat, agar tak jatuh sepenuhnya.
Ketika kau kembali pada semesta,
tanpa aba-aba, tanpa pertanda.
Pada akhirnya hanya aku yang tersisa.
Sendirian, dalam kebingungan tak pasti
sementara kau—
Melangkah tanpa pernah kembali.
Kebumen, 28 Agustus 2026