Tangis Tanpa Mendung
Karya: NATA ILBET SYEHWANADi sudut kamar aku berbaring,
menatap langit-langit yang hening,
tangis tiba-tiba datang menyerang,
seperti hujan turun tanpa kuundang.
Kepalaku dipenuhi bayang,
kenangan lama yang masih terkenang,
langkah kaki terseok mencari arti,
kesepian bersarang, memenuhi hati.
Aku serasa tertinggal di belakang,
air mata jatuh membasahi wajah yang malang,
pikiranku kusut, terjerat bara,
membakar sunyi yang kian merajalela.
Sekuat apa pun kaki ini melangkah,
aku selalu kembali ke titik semula,
malam kian larut, tubuh pun lelah,
namun yang letih ternyata bukan raga, melainkan jiwa.
Lampung, 28 Agustus 2026