Dibaca: Memuat...
Sujud di Ambang DeraiKarya: Muhibbin Abdul Rozak
Pada sepertiga malam yang hening dan jernih,
hamba bersujud dengan jiwa yang tenang.
Sejarah kelam membumbung dalam dada,
penuh noda dan pekatnya dosa.
Langkah kaki sering kali menyimpang dari rida-Mu,
mengejar dunia yang fana dan penuh debu.
Kini hamba datang merangkak dalam kepasrahan,
mengakui kekalahan pada kepalsuan yang megah.
Di atas sajadah, tangis meluruh tanpa suara,
membakar kesombongan yang telah lama berkuasa.
Setiap tetes air mata jatuh menjadi saksi,
atas penyesalan mendalam di relung hati.
Wahai Zat Yang Maha Rahim lagi Maha Pengampun,
tempat setiap hamba berlindung dan bernaung,
jangan biarkan jiwa ini terus tersesat,
dekaplah hamba dengan kasih yang erat.
Basuhlah noda ini dengan rahmat-Mu,
terimalah tobat sebelum ajal bertemu.
Hamba serahkan seluruh sisa usia,
dalam ampunan-Mu yang tiada tara.
Lampung, 27 Agustus 2026