Karya: Lilis muhlisoh
Aku tidak lagi meminta hidup yang sempurna,
aku hanya ingin berhenti
di tengah ramainya dunia.
Sebab sesungguhnya,
aku telah mati berkali-kali,
setiap kali harapan patah,
setiap kali air mata jatuh
tanpa ada yang bertanya mengapa.
Jiwaku menanggung gaduh
yang tak pernah pandai menjelma kata.
Tubuhku masih berjalan,
namun entah sejak kapan
aku tak lagi benar-benar tinggal di dalamnya.
Sepertinya hidup lupa,
aku juga ingin senang.
Bukan terus belajar kuat
dari luka yang tak kunjung selesai.
Maka setiap malam aku bertanya,
jika hidup memang harus terus berjalan,
jadi, kapan kematian itu menghampiri?
Maka, jika suatu hari aku benar benar hilang,
jangan cari aku dibawah batu nisan.
Barangkali bukan tubuh yang ingin berakhir,
melainkan rasa sakit
yang terlalu lama hidup di dalam diri.
Karawang, 25 Agustus 2026