Karya: Muhammad Lukman Raditya Hartono
Di balik bilik-bilik malam yang semakin dingin,
Ada tawa kecil yang perlahan mulai merayap.
Mengikis habis sisa-sisa isak tangis yang terbenam,
Mengubah rasa sendu menjadi debar penuh harapan.
Tawa bukanlah sekadar suara tanpa makna,
Ia adalah perisai kokoh melawan badai dunia.
Ketika rasa lelah merusak pertahanan jiwa,
Ia hadir menyapa, membawa serta terang cahaya.
Mari tertawa bersama luasnya semesta raya,
Sebab hidup terlalu singkat untuk dirundung duka.
Biarlah bahagia merajut kembali kepingan rasa,
Menjadi saksi abadi keteguhan jiwa manusia.
Jombang, 22 Agustus 2026