Karya: MAURA JESSICA AURELIA
Hidup terkadang tak seperti yang orang lihat,
ada luka-luka yang dipendam,
hanya Tuhan yang tahu.
Sakit, tetapi itulah hidup.
Jiwa ini mencoba menerima,
namun manusia biasa tak selalu sekuat itu.
Butiran mutiara perlahan jatuh,
menetes membasahi pipi,
lalu mengalir semakin deras.
Tangan ini ingin membelai
setiap butir yang jatuh,
namun justru dari sanalah ia berbicara.
Ia bercerita tentang luka
yang lama dipendam,
tentang kata-kata yang tak pernah terucap,
tentang hati yang berkali-kali mencoba kuat.
Dan akhirnya,
butiran mutiara itu menjadi saksi
bahwa terkadang,
air mata mampu bercerita
lebih jujur daripada kata-kata.
Malang, 20 Juni 2026