ranting yang patah
Karya: Keisya Aulianaaku seperti ranting yang terlalu lama singgah di dalam pohon yang telah lama membusuk dan aku memilih untuk patah. Aku juga seperti langit yang terlalu lama mendung, hingga hujan adalah jalan satu-satunya untuk pulang, ada luka yang tak pernah pandai menjadi kata, maka ia menjelma menjadi air mata, sebab ada tangis yang telah lama mengering namun diam-diam menjadi sunyi di dalam jiwa, dan jika esok aku kembali tersenyum jangan kira tangis ku telah usai
Sumedang 28 Agustus