Sampai akhir
Karya: Kayla priyangka Al kubraKatakanlah aku tak ada
tuan, berdansalah
Sepuasmu hingga luruh bersama malam.
Berdayulah bersama nyanyian
cinta, memegang setiap pinggul perempuan, seolah engkaulah ulur yang tak akan ditolak.
Oh nestapalah diri, apa daya raga ini
menelan tangis pemberontakan
Sementara keadilan terus meratap diujung bisu.
Letih sekali bersamamu sampai air mataku kau jadikan sungai tak bertepi, mengalir membawa perih yang tak sanggup lagi ku sembunyikan
Namun kau tetap berjalan meninggalkan tangisku dalam sepi, tidakkah kau ingat awal cerita engkau adalah payung peneduh gaduhku mengapa menjadi seperti ini , bahkan tak ada bincang diantara kita.
Ketahuilah Isak yang paling keras bukan yang mengoyak sepi tapi mengalir diam mengikis jiwa setitik demi setitik
Telah berlalu kisah ini , semoga tuhan membalas mu.
Polewali,29 Agustus 2026