Dibaca: Memuat...
Jejak Air Mata di Ujung DukaKarya: Joni Pranata, S.Pd.B., M.Pd., Gr.
Relung hati tertutup kabut
Sunyi mencekam, menyiksa jiwa
Jiwa meronta namun tak berdaya
Tersudut dalam imajinasi yang kelam
Waktu terus berputar
Namun tetap terpuruk dalam lingkaran
Berputar-putar dalam kesedihan
Air mata pun tak terhitung jumlahnya
Air mata penuh dengan sesal
Ingin kembali, sudah tidak bisa
Ingin kugapai, semua sudah sirna
Sedih ini memakan jiwa
Jiwa yang rapuh terbalut luka
Kini hanya bisa tersudut diam
Dibanjiri air mata
Apakah semua harus terus seperti ini?
Apakah harus tetap terpuruk di sini?
Tidak... Tidak...
Karena semua ada jalan untuk yang mau berusaha
Lombok Utara, 26 Agustus 2026