RIWAYAT SEKUNTUM MAWAR MERAH
Karya: Ima WirantiAku akan menceritakan sebuah kisah
Konon katanya...
Di suatu malam yang enggan menyapa fajar
Sebutir benih terlempar, meranggas dalam pekat
Terlampau kerdil untuk berani menantang terang
Di bawah langit kikir, dihakimi mentari bengis
Ia mereguk rembesan air sisa kehidupan
Seteguk demi seteguk memaksanya tegak berdiri
Selagi tangkai ringkih belajar mencengkeram kuat
Pada tanah titipan Tuhan yang meneguhkannya
Daunnya yang perlahan menghijaukan pandangan
Terbentuk dari dingin lengosan mata memandang
Dan runcing duri di sekujur tubuh
adalah lemparan nasib yang sempat disalahkira
Kini menjelma pelindung dan pelipur setia
Waktu meluruh, membangunkannya, menjelma sekuntum mawar
Merah kelopaknya dialirkan darah rahim tanah
Menyiratkan riwayat yang tak kunjung usai
Siapa sangka, di balik wangi semerbaknya
Sekuntum mawar merah mendekap sebuah gulita
Oh mawar merah, mekarlah selalu
Menarilah di atas gemerlap duka
Palembang, 30 Juli 2026