Karya: Garda Giustizia Ar Rosyid
Aku lahir di tanah ini,
disuapi beras dari sawah yang makin menyempit.
Dibesarkan dengan lagu kebangsaan dan janji-janji
yang tiap 5 tahun datang, lalu pergi lagi.
Jalanan masih macet oleh mimpi orang-orang
yang berangkat pagi, pulang malam,
hanya untuk bilang ""cukup"" di depan anaknya.
Sementara harga naik lebih cepat dari gaji,
dan berita duka datang lebih cepat dari bantuan.
Anak-anak pintar harus jual skripsi demi biaya.
Orang jujur sering dianggap bodoh.
Yang lantang dibungkam, yang diam dibilang setuju.
Koruptor tertawa di televisi,
rakyat antre sembako sambil senyum dipaksa.
Aku cinta negeri ini.
Cinta sampai sakit.
Cinta yang bikin aku diam di perantauan,
menatap bendera di grup WA sambil nahan rindu.
Karena pulang bukan cuma soal tiket.
Pulang adalah soal rasa aman.
Dan aku masih menunggu hari,
di mana negeri ini jadi rumah
yang tidak mengusir anaknya sendiri.
Karanganyar,17 Agustus 2026