Luka yang Belum Hilang
Karya: Fitriani SuyantoBerkali-kali hidupku dirundung nestapa,
tidak butuh waktu lama aku berdamai dengan semuanya,
namun ada satu luka yang masih mengakar dalam jiwa,
berputar-putar bagai bianglala kehilangan kendalinya.
Seakan merenggut ketenanganku dari segala arah,
ketika ingatan itu datang lagi, dada terasa sesak,
tanganku bergetar bagai gempa menggoncang dunia,
setiap aku memejamkan mata, mimpi buruk bagai noda yang sulit dihilangkan.
Lukanya seakan tidak memberi jeda untuk merasa bahagia,
seperti raja rimba yang mengintai mangsanya,
jika tangisku adalah api, maka ia akan membakar semuanya,
sungguh, luka itu menghancurkan sanubariku.
Saat ini aku belum mampu melepas belenggunya,
biarkan aku menikmati rasanya sakitnya,
sampai waktunya tiba aku mampu berdamai dengan semuanya,
tanpa memaksa diri berpura-pura menerima.
Pekanbaru, 28 Agustus 2026