Mendayung Sampan ke Tengah Lautan
Karya: Dwi AgustinBermalam di keramaian kota
Menatap jalanan yang terasa asing dan lelah
Ternyata dunia tak peduli seberapa berat beban yang kau bawa
Ia tetap menuntut berjalan meski kakimu terluka
Dulu, menangis adalah cara minta pertolongan
Sekarang, menangis adalah aib yang harus disembunyikan
Aku melihat ke belakang mencari perlindungan
Memanggil kenangan masa kecil untuk menjadi penenang
Namun aku salah...
Aku melihat sosok anak kecil yang gemetar
Memeluk erat lututnya di sudut kamar
Ternyata masa lalu tak seindah dongeng pengantar
Masih ada luka yang belum sepenuhnya pudar
Tersimpan trauma yang mendekap di pikiran
Kupeluk raga ini untuk tetap tegar
Ku bungkus rapi dengan tawa yang memancar
Sebab, pada akhirnya...
Menjadi dewasa adalah seni berpura-pura bahagia
Sering mengatakan baik-baik saja
Sambil tersenyum ke setiap pasang mata
Mojokerto, 25 Agustus 2026