Devita Christiani Panjaitan - ELEGI TAWA DI RELUNG SEMESTA (OSN 3.8)

📅 27 Agustus
Dibaca: Memuat...
ELEGI TAWA DI RELUNG SEMESTA
Karya: Devita Christiani Panjaitan




Di relung senja yang renta,
ketika cakrawala menanggalkan jingganya,
aku mendengar tawa—
sebuah senandika dari sukma
yang tak pernah selesai ditakwilkan waktu.

Bukan sekadar gelak,
ia adalah paradoks:
renjana yang tumbuh
di antara duri nestapa,
cahaya yang berpendar
dari reruntuhan lara.

Barangkali dunia tak mengerti,
di balik gelegar tawamu
ada gerhana yang diam-diam
menelan terang.

Namun kau tetap tertawa,
menyulam kefanaan
menjadi aksara harapan,
menjadikan luka sebagai elegi
yang mengalun di altar semesta.

Wahai jiwa,
jangan takut bila tawamu
sesekali menjelma tangis.

Sebab manusia adalah misteri:
mampu merindu dalam bahagia,
dan menemukan nirwana
di tengah kehampaan.

Maka tertawalah—
bukan untuk menyangkal duka,
melainkan untuk membuktikan
bahwa setelah segala nestapa,
sukmamu masih memilih
menjadi cahaya.

Dan mungkin,
itulah makna tawa:
bahasa yang tak selalu dimengerti,
namun mampu dipahami semesta.



Tanjungbalai,26 Agustus 2026