Karya: Aulia Aryani
Aku adalah bulir demi bulir bening
Yang mengalir di ujung pelupuk netra
Kadang aku mengalir pelan, kadang deras tak terbendung
Dan aku bisa hadir tanpa diundang, pergi dengan perlahan
Aku kerap mengiringi berbagai perasaan
Sedih, kecewa, terluka, terpuruk dan hancur
Bahkan haru, rindu, amarah dan bahagia
Aku bisa membuat hati merasa tenang dan lega
Akulah luapan segenap rasa terpendam
Simbol kekuatan yang sesungguhnya
Bukannya lemah seperti paradigma mereka
Insan yang gengsi mengeluarkan aku dari netranya
Padahal nyata sesekali aku amat dibutuhkan
Untuk menenangkan hati atau sekedar
Menafsirkan segala yang tak mampu dilisankan
Atau untuk memvalidasi perasaan yang dirasakan
Aku yang menyimpan rapat-rapat
Semua rasa dan kisah yang menjadi bahasa hati
Menjaga segenap rahasia dan ceritamu
Akulah bulir bening, sahabat yang paling setia memahami dirimu
Mataram, 22 Agustus 2026