Dibaca: Memuat...
Mekar di Tengah Luka
Karya: Annisa Fadila Sari SagalaLuka pernah menjadi rumah,
tempat air mata menetap tanpa suara.
Ia mengajariku bahwa malam,
tidak selalu dihadiri bintang.
Sunyi menetap di dada,
menjelma ruang tanpa jendela.
Kenangan selalu mengetuk perlahan,
namun ia tak pernah pulang.
Aku berjalan dengan luka,
memeluk perih tanpa suara.
Namun, aku mulai tumbuh dari luka,
menjadikan air mata sebagai pijakan untuk melangkah.
Dolok Masihul, 29 Juli 2026