Bening yang Luruh
Karya: AnggirianiIa mengalir sebelum sempat mengaku sedih,
Meliputi keheningan malam yang mendekap erat,
Duka yang memilih jalan sunyi tanpa arah,
Menelan kesan riang yang pahit.
Rindu yang sunyi menemani bening,
Belum sempat merdeka, kita dibuatnya,
Lebam acap menggeruk luka,
Terjerembap di antara temaram.
Tanpa permisi ia luruh,
Meninggalkan basah yang lembut,
Menguap tanpa gaduh,
Menampik kesunyian yang melesit.
Sudah lama air mata tertidur dalam beku,
Ditemaninya lara yang membisu,
Menerkam duka dari balik jendela,
Lantas isak gugur tanpa paksa.
Pedih, perih.
Kita tenggelam dalam puing hitam,
Menemani rongga yang kosong,
Perlahan terkikis olehnya,
Lupa akan lembayung kala kita bersenandung.
Polewali Mandar, 28 Agustus 2026