Karya: AMINAH CHRISTINE
Waktu terus berputar hingga malam menutup mataku,
Tetapi dari sudut pipi kecilku,
ada tetesan air yang jatuh.
Aku menyadari,
itu bukan sekadar air.
Itu tangis ku,yang jatuh bagai embun fatamorgana
di gurun malam yang sunyi.
Jatuh ketika dada tak lagi kuat
menampung kepedihan dan pilu.
Setiap tetesnya cermin,
memantulkan setiap luka pahit yang pernah kualami.
Setiap tetes penuh cerita,
mengajari aku bahwa ini
bukanlah akhir dari hidupku.
Melainkan pilar,
yang menopangku untuk terus berdiri lebih kuat.
Dan ketika tetesan itu berhenti,
aku menarik napas dalam.
Berdiri tegap.
Menumbuhkan harapan,
seperti langit yang menghadirkan pelangi
setelah hujan reda.
Lubuk pakam, 23 Agustus 2026