Alvina putri - “Air Mata yang Tak Terucapkan” (OSN 3.8)

📅 31 Agustus

 “Air Mata yang Tak Terucapkan”

Karya: Alvina putri


Tangis jatuh perlahan di ujung malam,
membasahi pipi yang menyimpan diam.
Tidak semua luka mampu bercerita,
kadang air mata menjadi bahasanya.

Aku menangis tanpa suara,
menyembunyikan perih di balik tawa.
Kepada langit kutitipkan kesedihan,
berharap esok membawa ketenangan.

Tangis bukan tanda bahwa aku lemah,
melainkan hati yang sedang beristirahat.
Ada rasa yang sulit diucapkan,
ada rindu yang hanya mampu dipendam.

Di antara sunyi dan dinginnya malam,
Aku belajar menerima setiap kehilangan.
Air mata mengalir tanpa diminta,
namun perlahan membawa lega.

Biarlah tangis menjadi saksi,
bahwa aku pernah merasa begitu dalam.
Biarlah malam menyimpan semua cerita,
hingga pagi datang membawa harapan.

Karena setelah tangis yang panjang,
selalu ada hati yang belajar tenang.
Dan setelah air mata mengering,
aku percaya, senyum akan kembali hadir.

Tangis hari ini bukanlah akhir,
melainkan langkah menuju hari baik.
Aku akan bangkit bersama harapan,
meninggalkan kesedihan secara perlahan.


Kalimantan Selatan, 27 Agustus 2026