Anak perempuan pertama
Karya: Zahrotun MunawarohDi pundaknya tumbuh harapan besar dan doa keluarga yang ia bawa diam-diam.
Sebagai anak perempuan pertama ia belajar tegar walau hati sering terluka.
Mimpinya runtuh perlahan saat kenyataan tak sesuai bayangan indah.
Ia terdiam dalam sunyi, menatap masa depan yang terasa kelam dan jauh.
Namun ia tetap berjalan meski langkahnya berat dan penuh keraguan.
Air mata menjadi saksi perjuangan yang tak pernah ia tunjukkan ke siapa pun.
Runtuhnya mimpi bukan akhir dari segalanya.
Ia akan bangkit menyusun kembali harapan yang sempat hilang tertiup angin.
Karena dalam dirinya masih ada cahaya kecil yang menjaga impian.
Dan cahaya itu cukup untuk menuntunnya pulang pada dirinya sendiri.
Pati,26 juli 2026