Meninggalkan dunia dogeng ku
Karya: Datukmuda ardiansyah putraHari benderang melandai, sore menjelma abu,
aku melangkah sunyi menuju tiupan lilin yang menunggu.
Kulepas topi ini, selamat tinggal balon warna-warni,
menyudahi enam belas tahun cerita dongeng yang takkan kembali.
Dulu aku takut pada gelap yang datang,
kini aku jauh lebih ngeri pada janji yang hilang.
Menjadi dewasa rupanya bukan perihal pesta,
melainkan tumbuh dan memeluk luka-luka tak kasat mata.
Asmara itu magis sekaligus pedang yang tajam,
kau terlihat manis saat duniaku perlahan kelam.
Tangan yang menyakitiku bisa menjadi tangan yang mendekapku,
meski pada akhirnya, di rumahmu kaubakar seluruh ketakutanku.
Kini tersisa kita dan sisa asap yang melayang,
bukan kado atau kue manis yang kuinginkan hadir,
melainkan tetap merayakan masa depan.
Tatap mataku di malam terakhir ini,
saat kutiup lilin, kuucapkan: "Selamat ulang tahun untukku."
Tanjungbalai, 26 juli 2026